Asas Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AUPB); Pengaturan dan 7 Macamnya

Pengaturan Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik

Asas merupakan suatu prinsip atau norma dasar yang digunakan dalam membentuk suatu ketentuan hukum yang berlaku. Tidak heran, dalam suatu ketentuan hukum, selalu terdapat asas di baliknya.

Pada mulanya, asas-asas umum pemerintahan yang baik tidak ditemukan dalam ketentuan hukum yang ada. Peraturan perundang-undangan yang pertama kali menyebutkan tentang asas-asas umum pemerintahan yang baik adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (selanjutnya disebut “UU 28/1999”). Pasal 1 butir 6 UU 28/1999 tidak menyebut “Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik”, melainkan menggunakan istilah “Asas Umum Pemerintahan Negara yang Baik”, dimana dalam pasal tersebut diartikan sebagai:

Asas yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, kepatutan, dan norma hukum, untuk mewujudkan Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Namun kemudian, dalam Pasal 3 disebutkan macam-macam Asas Umum Penyelenggaraan Negara. Istilah yang digunakan memang tidak konsisten, namun pada dasarnya keduanya memiliki pengertian yang sama.

Selanjutnya, Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik juga digunakan dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara (selanjutnya disebut “UU PTUN”). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah juga menyebutkan tentang Asas Penyelenggaraan Pemerintahan. Selanjutnya, Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik diatur lebih terperinci dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan (selanjutnya disebut “UU 30/2014”).

Pada ketentuan terakhir, yaitu Pasal 1 butir 17 UU 30/2014, Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik diartikan sebagai:

Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik yang selanjutnya disingkat AUPB adalah prinsip yang digunakan sebagai acuan penggunaan Wewenang bagi Pejabat Pemerintahan dalam mengeluarkan Keputusan dan/atau Tindakan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

Macam-Macam Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik

Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik Berdasar UU 28/1999

Pasal 3 UU 28/1999 menyebutkan macam-macam Asas Umum Penyelenggaraan Negara sebagai berikut:

1. Asas Kepastian Hukum;

2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara;

3. Asas Kepentingan Umum;

4. Asas Keterbukaan;

5. Asas Proporsionalitas;

6. Asas Profesionalitas, dan

7. Asas Akuntabilitas.

Penjelasan atas setiap pengertian asas-asas tersebut terdapat dalam penjelasan pasal yaitu:

Yang dimaksud dengan “Asas Kepastian Hukum” adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan Penyelenggara Negara.

Yang dimaksud dengan “Asas Tertib Penyelenggara Negara” adalah asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara.

Yang dimaksud dengan “Asas Kepentingan Umum” adalah asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.

Yang dimaksud dengan “Asas Keterbukaan” adalah asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara.

Yang dimaksud dengan “Asas Proporsionalitas” adalah asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban Penyelenggara Negara.

Yang dimaksud dengan “Asas Profesionalitas” adalah asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Yang dimaksud dengan “Asas Akuntabilitas” adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Penyelenggara Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik Berdasar UU PTUN

Selanjutnya, macam-macam Asas Asas Umum Pemerintahan yang baik juga disebutkan dalam penjelasan Pasal 53 ayat (2) huruf b UU PTUN, yaitu:

kepastian hukum;

tertib penyelenggaraan negara;

keterbukaan;

proporsionalitas;

profesionalitas;

akuntabilitas,

Tidak ada pengertian yang terperinci atas setiap asas-asas tersebut. Meski demikian, dikarenakan penjelasan Pasal 53 ayat (2) UU PTUN tersebut merujuk pada UU 28/1999, maka tentunya pengertian atas setiap asas dimaksud adalah sama dengan pengertian yang tertuang dalam UU 28/1999.

 

Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik Berdasar UU 32/2004

Apabila dalam peraturan perundang-undangan sebelumnya Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik disebutkan sebanyak 6 sampai dengan 7 asas, Pasal 20 UU 32/2004 menyebutkan lebih dari 7 AUPB, yaitu:

a. asas kepastian hukum;

b. asas tertib penyelenggara negara;

c. asas kepentingan umum;

d. asas keterbukaan;

e. asas proporsionalitas;

f. asas profesionalitas;

g. asas akuntabilitas;

h. asas efisiensi; dan

i. asas efektivitas.

Tidak ada penjelasan lebih terperinci tentang masing-masing asas tersebut. Meski jumlah asas tersebut lebih dari 7 asas yang disebutkan dalam UU 28/1999, namun Penjelasan Pasal 20 UU 32/2004 mengatur bahwa pengertian asas-asas tersebut adalah sesuai dengan yang tertuang dalam UU 28/1999 ditambah dengan efisiensi dan efektifitas.

 

Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik Berdasar UU 30/2014

AUPB yang disebutkan dalam UU 30/2014 memiliki jumlah yang lebih sedikit daripada yang disebutkan dalam UU 32/2004. Meski demikian, penyebutan setiap asas tersebut berbeda dengan yang telah ada sebelumnya. Terlihat dari Pasal 10 UU 30/2014 dengan masing-masing penjelasannya yang menyebutkan:

a. kepastian hukum

Yang dimaksud dengan “asas kepastian hukum” adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan ketentuan peraturan perundang-undangan, kepatutan, keajegan, dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan pemerintahan.

b.kemanfaatan;

Yang dimaksud dengan “asas kemanfaatan” adalah manfaat yang harus diperhatikan secara seimbang antara: (1) kepentingan individu yang satu dengan kepentingan individu yang lain; (2) kepentingan individu dengan masyarakat; (3) kepentingan Warga Masyarakat dan masyarakat asing; (4) kepentingan kelompok masyarakat yang satu dan kepentingan kelompok masyarakat yang lain; (5) kepentingan pemerintah dengan Warga Masyarakat; (6) kepentingan generasi yang sekarang dan kepentingan generasi mendatang; (7) kepentingan manusia dan ekosistemnya; (8) kepentingan pria dan wanita.

c. ketidakberpihakan;

Yang dimaksud dengan “asas ketidakberpihakan” adalah asas yang mewajibkan Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam menetapkan dan/atau melakukan Keputusan dan/atau Tindakan dengan mempertimbangkan kepentingan para pihak secara keseluruhan dan tidak diskriminatif.

d. kecermatan;

Yang dimaksud dengan “asas kecermatan” adalah asas yang mengandung arti bahwa suatu Keputusan dan/atau Tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan dan/atau pelaksanaan Keputusan dan/atau Tindakan sehingga Keputusan dan/atau Tindakan yang bersangkutan dipersiapkan dengan cermat sebelum Keputusan dan/atau Tindakan tersebut ditetapkan dan/atau dilakukan.

e. tidak menyalahgunakan kewenangan;

Yang dimaksud dengan “asas tidak menyalahgunakan kewenangan” adalah asas yang mewajibkan setiap Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan yang lain dan tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut, tidak melampaui, tidak menyalahgunakan, dan/atau tidak mencampuradukkan kewenangan.

f. keterbukaan;

Yang dimaksud dengan “asas keterbukaan” adalah asas yang melayani masyarakat untuk mendapatkan akses dan memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara.

g. kepentingan umum; dan

Yang dimaksud dengan “asas kepentingan umum” adalah asas yang mendahulukan kesejahteraan dan kemanfaatan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, selektif, dan tidak diskriminatif.

h. pelayanan yang baik.

Yang dimaksud dengan “asas pelayanan yang baik” adalah asas yang memberikan pelayanan yang tepat waktu, prosedur dan biaya yang jelas, sesuai dengan standar pelayanan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.”

UU 30/2014 juga mengakui adanya AUPB lain, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 10 ayat (1) UU 30/2014. AUPB lain tersebut diantaranya dapat berasal dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap/inkracht.

 

Berdasar uraian tersebut di atas, Asas Asas Umum Pemerintahan yang Baik atau AUPB pada dasarnya adalah suatu norma yang akan selalu berkembang dan berubah. Perkembangan dan perubahan tersebut memang tidak dapat diatur sepenuhnya dalam suatu peraturan perundang-undangan, namun pada intinya norma yang ada dalam masyarakat dapat dituangkan dalam suatu putusan pengadilan yang nantinya dapat menjadi yurisprudensi. Pengaturan asas dalam suatu peraturan perundang-undangan adalah sekedar pedoman minimum bagi pejabat negara untuk menjalankan pemerintahan, namun segala tindakan pejabat negara dan pemerintahan tentunya harus didasarkan pada itikad baik untuk melaksanakan pemerintahan yang baik guna menyejahterakan masyarakat.

 

 

Penullis: Robi Putri J., S.H., M.H., CTL., CLA.

 

Punya Pertanyaan Tentang Masalah Hukum?

Kirim pertanyaan apapun tentang hukum, tim kami akan dengan maksimal menjawab pertanyaan Anda.

Kirim Pertanyaan

hukum expert

Hukumexpert.com adalah suatu platform yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan pengguna lainnya sehingga membuka wawasan dan pikiran bagi mereka yang menggunakannya.